Peserta Dapatkan sejumlah Materi

KPU Riau Tuntaskan Rangkaian Pembelajaran Sekolah Pemilu Hijau, Ditutup dengan Penguatan Komitmen Pemilu Berkelanjutan

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau menuntaskan rangkaian pembelajaran Sekolah Pemilu Hijau (Green Election School) Tahun 2026 di Kantor KPU Provinsi Riau, Kamis (27/8/2026).

PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau menuntaskan rangkaian pembelajaran Sekolah Pemilu Hijau (Green Election School) Tahun 2026 di Kantor KPU Provinsi Riau, Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang berlangsung dalam 16 sesi pembelajaran ini menjadi ruang bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang sedang melaksanakan program magang di KPU Provinsi Riau untuk memperkuat pemahaman mengenai demokrasi dan kepemiluan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemilu yang berkelanjutan.

Dalam rangkaian pembelajaran hari terakhir, peserta mendapatkan sejumlah materi yang membahas berbagai perspektif mengenai pemilu hijau. Anggota KPU Provinsi Riau selaku Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan, Supriyanto, menyampaikan materi dengan tema “Penegakan Hukum Pemilu dan Penyelesaian Masalah Hukum Pemilu Perspektif Pemilu Hijau”.

Dalam paparannya, Supriyanto menjelaskan pentingnya penegakan hukum dan penyelesaian masalah hukum dalam memastikan penyelenggaraan pemilu berjalan sesuai dengan ketentuan sekaligus dapat dikembangkan dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan.

"Penegakan hukum pemilu tidak hanya berkaitan dengan memastikan setiap tahapan berjalan sesuai dengan ketentuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga integritas penyelenggaraan pemilu. Dalam perspektif pemilu hijau, kepatuhan terhadap aturan perlu berjalan beriringan dengan kesadaran untuk mengurangi dampak lingkungan dalam setiap aktivitas kepemiluan,” ungkap Supriyanto.

Pembelajaran berikutnya menghadirkan Dosen Universitas Islam Riau Agung Wicaksono yang menyampaikan materi “Green Democracy dan Green Political Parties: Studi Beberapa Negara”. Materi tersebut memberikan perspektif mengenai perkembangan gagasan demokrasi hijau dan partai politik hijau di sejumlah negara serta bagaimana nilai-nilai lingkungan dapat menjadi bagian dari kehidupan demokrasi. Agung menjelaskan bahwa demokrasi tidak hanya berkaitan dengan proses politik, tetapi juga perlu memberi ruang bagi keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari kepentingan masyarakat. “ Green democracy menunjukkan bahwa demokrasi dapat berkembang dengan menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai salah satu perhatian penting dalam proses pengambilan keputusan.

" Pengalaman berbagai negara memberikan pembelajaran bahwa isu lingkungan dapat menjadi bagian dari agenda demokrasi dan politik untuk menjawab kebutuhan masyarakat saat ini maupun generasi yang akan datang,” terang Agung.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Aliansi Gerakan Reforma Agraria Rendy Perdana Khasmy menyampaikan materi dengan tema “Perubahan Iklim, Jejak Karbon & Mitigasi Penyelenggara Pemilu Hijau”. Materi tersebut membahas tantangan perubahan iklim, jejak karbon yang dapat muncul dalam penyelenggaraan pemilu, serta berbagai langkah mitigasi yang dapat dilakukan oleh penyelenggara pemilu. Rendy menekankan pentingnya membangun kesadaran bahwa setiap aktivitas penyelenggaraan pemilu memiliki konsekuensi terhadap lingkungan.


“Perubahan iklim dan jejak karbon merupakan persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama, termasuk dalam penyelenggaraan pemilu. Karena itu, penyelenggara pemilu perlu melihat peluang untuk melakukan mitigasi melalui penggunaan sumber daya secara lebih efisien dan penerapan praktik yang lebih ramah lingkungan,” papar Rendy.

Ketiga materi tersebut melengkapi rangkaian pembelajaran Sekolah Pemilu Hijau Tahun 2026 dengan memberikan perspektif yang saling berkaitan, mulai dari aspek penegakan hukum pemilu, perkembangan demokrasi dan partai politik yang berwawasan lingkungan, hingga tantangan perubahan iklim dan upaya mengurangi jejak karbon dalam penyelenggaraan pemilu.

Setelah seluruh rangkaian pembelajaran pada hari terakhir selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan acara penutupan Sekolah Pemilu Hijau Tahun 2026. Penutupan dihadiri Ketua KPU Provinsi Riau Rusidi Rusdan, Anggota KPU Provinsi Riau, serta pejabat manajerial dan fungsional KPU Provinsi Riau.

Dalam acara penutupan, Ketua KPU Provinsi Riau Rusidi Rusdan menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber dan peserta yang telah mengikuti rangkaian Sekolah Pemilu Hijau hingga selesai. Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari upaya KPU Provinsi Riau memperluas wawasan generasi muda mengenai demokrasi dan kepemiluan sekaligus memperkenalkan pentingnya perspektif lingkungan dalam penyelenggaraan pemilu.

 

“Sekolah Pemilu Hijau bukan hanya ruang untuk belajar tentang pemilu, tetapi juga ruang untuk membangun kesadaran bahwa demokrasi dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan bersama. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk ikut mendorong budaya demokrasi yang berintegritas, partisipatif, dan berkelanjutan,” sebut Rusidi.

Rusidi juga menekankan bahwa nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti Sekolah Pemilu Hijau diharapkan tidak berhenti pada ruang pembelajaran, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bagian dari kesadaran generasi muda. Menurutnya, keterlibatan generasi muda memiliki peran penting dalam membangun budaya demokrasi sekaligus memperkuat kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian pembelajaran dan dilaksanakannya acara penutupan, Sekolah Pemilu Hijau KPU Provinsi Riau Tahun 2026 resmi menuntaskan seluruh kegiatannya. Melalui program ini, KPU Provinsi Riau terus mendorong penguatan pendidikan pemilih yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan literasi demokrasi dan kepemiluan, tetapi juga menanamkan kesadaran terhadap lingkungan. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh peserta diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemilu yang bersih, berintegritas, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.***
 


Berita Lainnya...

Tulis Komentar